Tahun 2025 – Festival Film Purbalingga (FFP) 2025

  • Edisi ke-19 FFP akan diselenggarakan pada 5 Juli sampai 2 Agustus 2025.
  • Tema untuk tahun ini: “Makin Mengakar”.
  • Beberapa program utama yang direncanakan:
    1. Kompetisi Film Pelajar Banyumas Raya.
    2. Layar Tanjleb se-Banyumas Raya.
    3. Program non-kompetisi untuk sineas nasional dan diskusi.

Kegiatan Sekolah & Komunitas Film

  • Biosa / Bioskop Rakyat (Biora)
      • Di SMK Ma’arif NU 2 Ajibarang, Banyumas: Biora digelar 14 Januari 2025, film-film pendek pelajar ditayangkan, siswa jurusan Broadcasting & Perfilman ikut antusias.
      • Di SMA Negeri 1 Wangon, Banyumas: pada 6 Februari 2025, program Biora juga digabung dengan coaching clinic skenario film untuk siswa ekskul sinema. Film-film dari sekolah dan komunitas diputar.
  • Nonton & Ngobrol Bareng Filmmaker
      • Acara yang menampilkan karya-karya lokal, termasuk “Home for All” karya Wasis Wardana, dilaksanakan 21 Februari 2025 di Taman Mas Kemambang, Banyumas. Penonton bisa berdiskusi langsung dengan pembuat film.
  • ICHCAP Video Showcase 2025
      • Diselenggarakan 12 Agustus 2025 di Hetero Space, Banyumas.
      • Tema “Capturing the Intangible Cultural Heritage.” Peserta dari berbagai daerah Indonesia.
      • Termasuk workshop pembuatan konten video Reels, kerja praktek bersama seniman & pengrajin lokal, serta diskusi film dengan sutradara.

Dukungan Pemerintah & Institusi

  • Pemerintah Kabupaten Banyumas secara resmi menyatakan komitmen untuk memfasilitasi dan mendampingi kegiatan sinematografi, termasuk Pesta Sinema Festival Film Banyumas.
  • Dukungan infrastruktur acara, pendanaan, dan kolaborasi dengan komunitas lokal serta lembaga budaya. Contohnya, DKKB (Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas) berperan aktif dalam menyelenggarakan kegiatan seni & sinema.

Analisis Singkat & Catatan

  • Banyak kegiatan film yang digelar terutama untuk pelajar dan komunitas sinema lokal, terutama melalui “Bioskop Rakyat”, “Layar Tanjleb”, dan sinema diskusi.
  • Pemutaran film keliling (Layar Tanjleb) menjadi jembatan penting agar film-komunitas bisa menjangkau desa-desa.
  • Diskusi dan pembekalan teknis (coaching clinic, workshop skenario, pembuatan konten video) menjadi bagian tak terpisahkan dari festival, sebagai upaya meningkatkan kualitas sineas lokal.
  • Dukungan dari pemerintah dan lembaga kebudayaan, serta hibah budaya (seperti Dana Abadi Kebudayaan) membantu penyelenggaraan festival dan kesinambungannya.